Tradisi diibaratkan sebagai sebuah proses berkelanjutan, karena tradisi itu terjadi karena adanya sebuah proses kehidupan dari waktu ke waktu, dari kejadian sebelumnya dan terus terjadi hingga saat ini.
Konon berbagai tata cara berkehidupan dikondisikan oleh seseorang yang dianggap menjadi panutan dalam sebuah kehidupan komunitas masyarakat, tata cara tersebut mengalir bersama proses kehidupan masyarakat itu sendiri, masing-masing anggota masyarakat juga memberikan andil yang cukup berarti, meskipun boleh dikatakan tidak sangat menonjol, tetapi cukup bepengaruh untuk mewujudkan sebuah perubahan, oleh karenanya diberbagai tradisi masyarakat seringkali kita jumpai perbedaan-perbedaan kecil, tetapi tetap berbeda, sehingga menghasilkan sebuah karya komunitas yang berbeda pula.
Hal ini dapat kita jumpai dalam tradisi cocok tanam, tradisi mendirikan rumah, tradisi upacara mudun lemah bagi bayi, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk tradisi komunitas masyarakat yang mencerminkan kemerdekaan dan kreatifitas.
Dalam konteks kesenian bisa disimak dalam berbagai perbedaan antara garap seni tradisi yang satu dengan garap seni tradisi serupa ditempat lain atau oleh komunitas seniman lain, contoh kongkritnya misalnya adanya tari ngremo Surabaya, ngremo jombang, ngremomalangan, ngremo madura, padahal kalau disimak lebih dalam, di Surabaya saja masih banyak gaya tari Ngremo yang antara seniman penari Ngremo yang satu dengan lainnya terdapat kekhasan, misalnya tari ngremonya cak Tubi, tari ngremonya cak Munali Fatah, tari ngremonya cak adenan dan masih banyak penari ngremo Surabaya yang masing-masing dengan gaya pribadinya menjadikan Tari Ngremo kaya keindahan.
Demikian pula yang terjadi pada Sandiwara Ludruk, Ketoprak, Wayang wong, Wayang Purwo Jawa Timuran, tandhakan, cokekan, Jaranan dan masih banyak tradisi-tradisi kesenian rakyat yang berkembang dalam keanekaragaman.
Menyimak kondisi seperti tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa tradisi kita tidak mandeg alias berkembang terus mengikuti tingkat emosional kesenimanannya.
Banyak orang berkata bahwa tradisi itu tidak bisa lepas dari pakem, padahal pakem itu yang bikin juga manusia, sedangkan manusia satu dengan yang lain tentu tidak bisa sama, masing-masing mempunyai kepekaan emosional yang sangat ditentukan oleh waktu, lingkungan, kebiasaan dan pergaulan.
Proses waktu yang mengalir terus mengikuti perputaran planet bumi-bulan dan matahari merupakan kekuatan magnetis yang sedikti banyak mempengaruhi sifat manusia, oleh karena itu dalam budaya jawa mengenal naga dina, naga tahun, dan pasaran. Orang yang lahir pada Selasa kliwon akan berbeda dengan yang lahir pada Selasa pahing dan seterusnya, demikian pula kondisi temporer setiap detik, setiap jam, setiap waktu bahkan setiap harinya tentu akan terpengaruh oleh situasi putaran planet bumi, karena dalam setiap posisi plane akan membiaskan getaran yang berbeda-beda, dan getaran tersebut akan mempengaruhi kondisi setiap insane manusia bahkan setiap machluk hidup.
Tri Broto Ws.

ImpianBola
BalasHapusPrediksi bola || Agen Bola Online || Agen Casino Online
* Agen Bola Online
* Agen Bola
* Agen Judi Online
* Agen Judi
* Agen Casino Online
* Agen Sabung Ayam
* Agen Togel Online
* Agen Bola Tangkas
* Agen Tangkasnet
* Agen CBO855
* PREDIKSI BOLA HULL CITY VS DERBY COUNTY
Agen Judi Online
BalasHapusDaftar Agen Bola Online
Agen Bola Terbaik
WINENLOSE88
WINENLOSE
Prediksi Leganes vs Real Madrid 18 Januari 2018
Prediksi Osasuna vs Gimnastic Tarragona 19 Januari 2018
Prediksi Bucaspor vs Galatasaray 19 Januari 2018
Prediksi Antalyaspor vs Kayserispor 18 Januari 2018
Prediksi Hertha Berlin vs Borussia Dortmund 20 Januari 2018